Kadang memang kita merasa dengan adanya perbedaan tersebut seakan akan kehidupan kitalah yang paling menderita. Contohnya saja A dengan Lampu Sorot atau Spotlight 'tertanam dari lahir' dalam pikiran dan benak si B dialah yang paling sempurna hidupnya. Kemanapun dia pergi semua orang pasti akan melihat dia sebagai seseorang atau sesuatu yang patut dikagumi bahkan sering kali di elu elukan orang karena berbagai kelebihan yang dia miliki. Tapi tahukah B kalau dibalik semuanya itu mungkin saja A terlahir dari keluarga Broken home? Dan untuk menutupi semuanya itu ia akan selalu memasang senyum diwajahnya padahal hatinya terluka? Atau siapa tahu saja kalau senyum merupakan aset terbaik yang ia punya untuk menghidupi keluarganya yang berkekurangan.
Sebaliknya, A juga berfikir betapa menyenangkannya kalau menjadi B. Dapat mengekspresikan segala emosinya mau sedih mau senang semuanya dapat terlihat. Bahkan A iri dengan B karena memiliki teman teman yang sangaaaatt baik dan setia serta mendukung segala aktifitas yang dikerjakan tanpa ada embel embel di belakangnya.
Mungkin perumpamaan di atas sudah seriiingg banget kalian dengar ya, tapi g mau kasih tahu satu hal sama kalian. Gw juga udah bosen bgt sama yang namanya dengerin nasihat kaya perumpamaan di atas dimana kita diminta untuk menghargai apa yang kita miliki. Mungkin kita gak sepenuhnya seperti A, ataupun seperti B. Ada kalanya walaupun kita mengalami hari seperti B tapii tetap saja ada orang yang memanfaatkan kita sebagai teman mereka. Mungkin bukan untuk nebeng kepopularitas-an karena itu memang tidak dimiliki B. Tapi yang lebih jahatnya adalah hanya untuk menjadi tempat memamerkan apa yang mereka punya karena kita lebih lemah atau parahnya lagi membully kita.
Tapi percaya guys, semua akan indah pada waktunya. Mungkin gak akan instant karena segala sesuatu yang instant pastinya buruk bagi kita seperti makanan aja. Melalui semua itu gw yakin kalau Tuhan mau mengajarkan kita untuk bersyukur, bersabar dan lebih mengandalkan Dia dalam segala hal. Disini g bukan mau memberikan extensi kebaktian minggu atau sok sok berkhotbah soal kebaikan. Karena ya, jujur aja gw jauuuuuhhh dari yang namanya orang baik, g jauh dari sosok A yang penuh sorot lampu gemilang. bahkan terkadang g merasa kalau g itu invisible bagi beberapa orang tertentu yang jujur aja g juga mau 'dianggap' hadir. Tapi disini g mau bilang kalau sadar apa engga, kita udah dibuat lebih kuat dari beberapa orang yang ada di sekitar kita, lebih positif dalam berfikir dan pastinya lebih optimis ketika menghadapi masalah. So, be positif guys, karena masih panjang jalan di depan dan masih banyak rintangan lain yang siap menghadang. Good Night. :*
Tidak ada komentar:
Posting Komentar